Jemarionline – Iran memilih Pakistan sebagai mediator dalam konflik dengan Amerika Serikat. Langkah ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya upaya membuka jalur komunikasi di tengah ketegangan yang masih berlangsung.
Selain Pakistan, Turki juga disebut berperan dalam membantu proses diplomasi. Namun, Iran dinilai lebih percaya kepada Pakistan karena memiliki hubungan yang relatif baik dengan kedua pihak.
Di Indonesia, DPR RI ikut menanggapi perkembangan tersebut. DPR menilai, yang paling penting bukan siapa mediatornya, tetapi bagaimana konflik bisa segera diredam.
Menurut DPR, ketegangan yang terus berlanjut berisiko memicu dampak yang lebih luas. Tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas global.
Karena itu, DPR mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog. Upaya damai dinilai menjadi kunci agar konflik tidak semakin memburuk.
Pakistan sebagai mediator diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang efektif. Peran ini penting untuk menjembatani kepentingan kedua negara yang selama ini sulit bertemu secara langsung.
Di sisi lain, Indonesia juga diharapkan tetap aktif dalam mendorong perdamaian dunia. Pendekatan diplomasi yang seimbang dinilai dapat membantu meredakan ketegangan internasional.
Situasi ini menunjukkan bahwa peran mediator sangat penting dalam konflik global. Namun, keberhasilan tetap bergantung pada komitmen semua pihak untuk mencari solusi damai.









