JAKARTA, jemarionline.com – Pemerintah tengah mengkaji langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Presiden Prabowo Subianto menyatakan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penerapan work from home (WFH) bagi sebagian pegawai.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat kabinet, ketika pemerintah membahas dampak konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi global dan nasional. Menurutnya, situasi geopolitik dapat memengaruhi harga energi, sehingga Indonesia perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
WFH Dinilai Bisa Menghemat Energi
Prabowo menilai kebijakan bekerja dari rumah dapat membantu menekan konsumsi BBM karena mobilitas masyarakat berkurang. Jika sebagian pekerja tidak perlu datang ke kantor setiap hari, penggunaan kendaraan pribadi maupun transportasi umum juga akan menurun.
Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa pola kerja jarak jauh mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kota besar. Selain itu, pengurangan perjalanan dinas dan aktivitas yang tidak mendesak juga dinilai dapat membantu menghemat energi nasional.
Pemerintah pun meminta kementerian terkait menghitung kemungkinan penerapan kebijakan tersebut, termasuk jumlah pegawai yang dapat bekerja dari rumah tanpa mengganggu pelayanan publik.
Dampak Konflik Timur Tengah
Ketegangan di kawasan Timur Tengah beberapa waktu terakhir meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap pasokan energi. Kawasan tersebut merupakan salah satu produsen minyak utama dunia sehingga konflik yang terjadi berpotensi memicu lonjakan harga minyak internasional.
Jika harga minyak dunia meningkat tajam, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Kenaikan harga energi dapat memengaruhi biaya produksi, harga transportasi, hingga harga bahan pangan.
Karena itu, pemerintah menilai penting untuk menyiapkan strategi penghematan energi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Masih Tahap Kajian
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa opsi penerapan WFH masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Setiap kebijakan nantinya akan dipertimbangkan secara matang agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global sambil menyiapkan berbagai langkah mitigasi jika ketegangan geopolitik berlangsung dalam waktu lama.
Dengan langkah antisipasi tersebut, diharapkan Indonesia dapat tetap menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.









