Dua kapal Iran dilaporkan mengambil bahan kimia yang diduga menjadi bahan baku bahan bakar roket dari sebuah pelabuhan di China. Informasi ini terungkap dari analisis data pelacakan kapal serta citra satelit.
Kedua kapal tersebut bernama Shabdis dan Barzin. Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan pelayaran milik negara Iran, yaitu Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL).
Sebelumnya, perusahaan tersebut telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat.
Kapal Sempat Berlabuh di Pelabuhan China
Menurut laporan yang beredar, kedua kapal itu sempat berlabuh di Pelabuhan Gaolan, Zhuhai, China.
Pelabuhan ini dikenal sebagai lokasi penyimpanan berbagai bahan kimia industri. Oleh karena itu, aktivitas kapal tersebut langsung menarik perhatian para analis maritim.
Para analis menduga kapal itu memuat sodium perchlorate. Bahan kimia ini sering digunakan untuk membuat bahan bakar roket padat.
Selain itu, bahan tersebut juga menjadi komponen penting dalam pengembangan teknologi rudal.
Diduga Berlayar Menuju Iran
Setelah proses pemuatan selesai, kedua kapal itu dilaporkan meninggalkan pelabuhan di China.
Selanjutnya, kapal tersebut diduga berlayar menuju Iran. Para analis memperkirakan tujuan akhirnya adalah Pelabuhan Bandar Abbas.
Pelabuhan tersebut merupakan salah satu pusat logistik utama di negara tersebut.
Picu Perhatian Internasional
Temuan ini kembali memicu perhatian sejumlah negara Barat.
Pasalnya, Iran selama ini dituduh terus mengembangkan program rudal balistik. Program tersebut dinilai dapat meningkatkan kekuatan militernya.
Di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, dugaan pengiriman bahan baku roket ini pun menjadi sorotan internasional.









