Jakarta, jemarionline.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut tuntas kasus suap audit BPK yang menyeret Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Oleh karena itu, lembaga antirasuah tersebut memanggil kembali Anggota BPK V, Bobby Adhityo Rizaldi, guna menjalani pemeriksaan intensif.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi kedatangan Bobby di Gedung Merah Putih KPK pada Senin pagi. Lebih lanjut, saksi memenuhi penjadwalan ulang tersebut setelah sempat berhalangan hadir pada pemanggilan pekan lalu.
Saat ini, pemeriksa mendalami keterangan saksi guna memperjelas alur dugaan tindak pidana korupsi pengondisian laporan keuangan. Selain itu, petugas terus mengejar petunjuk baru yang berkaitan langsung dengan keterlibatan sejumlah pejabat publik.
Penyidik KPK Dalami Keterangan Saksi Kasus Suap Audit
Secara rinci, Bobby tiba di lokasi pemeriksaan sejak pukul sembilan lewat lima puluh tujuh menit WIB. Setelah tiba, pihak penyidik langsung menginterogasi saksi secara tertutup untuk menggali fakta-fakta hukum terbaru.
Namun demikian, juru bicara KPK belum membeberkan secara detail mengenai materi pertanyaan yang diajukan kepada saksi. Pasalnya, tim penyidik masih fokus mengumpulkan bukti material pendukung guna memperkuat konstruksi perkara.
Sementara itu, penanganan perkara ini sebenarnya bermula saat petugas menggelar operasi tangkap tangan pada Juni lalu. Dari hasil penindakan tersebut, penyidik langsung menetapkan Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka utama penerima suap.
Skandal Suap Laporan Keuangan Pemkab Muara Enim Terbongkar
Dalam praktiknya, pengusaha Cory Erin Hardi menyetor uang ratusan juta rupiah kepada Edison melalui perantara pejabat dinas. Menurut penyidik, uang pelicin tersebut bertujuan menjaga hubungan baik bisnis setelah perusahaan memenangkan proyek smart board.
Bahkan, penyidik berhasil menyita barang bukti uang tunai hampir dua miliar rupiah dari serangkaian tindakan penindakan. Di sisi lain, penyidik juga menemukan praktik manipulasi pemeriksaan audit laporan keuangan daerah.
Sebab, lima oknum BPK diduga kuat meminta imbalan satu miliar lebih untuk mengubah hasil pemeriksaan audit. Akibatnya, penyidik kini menetapkan belasan tersangka yang berasal dari unsur pejabat Pemkab, oknum BPK, dan pihak swasta.
Sebelumnya, penyidik telah memanggil Bobby beberapa kali untuk melengkapi berkas perkara pemeriksaan para tersangka. Oleh sebab itu, kehadiran Bobby hari ini memperjelas komitmen lembaga dalam menuntaskan penyidikan kasus korupsi audit BPK.(ar)









