Honda Kembangkan Teknologi E-Compressor di Motor Masa Depan, Siap Dipakai dari V3R hingga Fireblade

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Honda Gold Wing 50th Anniversary Edition.( poto : kompas.com )

Honda Gold Wing 50th Anniversary Edition.( poto : kompas.com )

Jakarta, jemarionline.com – Pabrikan motor asal Jepang, Honda, mengembangkan teknologi baru untuk mesin masa depan melalui sistem teknologi e compressor honda.

Perusahaan ini menargetkan peningkatan performa motor sekaligus efisiensi bahan bakar lewat inovasi tersebut.

Honda memperkenalkan konsep ini melalui purwarupa V3R yang memakai mesin tiga silinder dengan electric supercharger atau e-compressor.

Perusahaan memproyeksikan motor konsep ini meluncur pada 2027 sebagai dasar pengembangan teknologi mesin berikutnya.

Honda mengembangkan V3R dengan pendekatan mesin modular yang fleksibel. Desain ini memungkinkan satu basis mesin berubah menjadi beberapa konfigurasi berbeda sesuai kebutuhan produk.

Honda mengarahkan pengembangan ke berbagai varian, mulai dari V-twin dua silinder hingga V-six enam silinder. Dengan cara ini, Honda dapat menyesuaikan performa mesin untuk berbagai segmen motor tanpa mengubah platform utama.

Cara Kerja E-Compressor Lebih Adaptif

Honda merancang e-compressor agar hanya aktif saat pengendara membutuhkan tenaga tambahan. Sistem ini memanfaatkan motor listrik untuk menggerakkan kompresor dan memberikan dorongan torsi instan.

Saat pengendara berkendara normal, mesin tetap bekerja secara alami tanpa bantuan tekanan tambahan. Sistem katup udara pintar mengatur aliran udara, sementara ECU mengontrol kapan kompresor aktif dan seberapa besar boost yang diberikan.

Baca Juga :  Honda Siapkan Mesin Supercharger Listrik untuk Motor, Tenaga Lebih Besar?

Pendekatan ini membantu Honda menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi energi.

Honda menghilangkan kebutuhan koneksi mekanis langsung seperti pada supercharger konvensional. Sistem e-compressor tidak bergantung pada poros mesin atau jalur knalpot seperti turbocharger.

Dengan desain ini, Honda dapat menempatkan komponen di berbagai posisi pada rangka motor. Selama tersedia ruang, sistem ini tetap bisa berfungsi optimal.

Fleksibilitas tersebut membuka peluang penerapan ke banyak model motor dengan karakter berbeda.

Honda menyiapkan penerapan teknologi ini pada sejumlah model. Salah satunya Honda Gold Wing yang menggunakan mesin flat-six untuk kebutuhan touring jarak jauh.

Honda juga mempertimbangkan Honda NC750 karena motor ini memiliki ruang bagasi besar di area tangki. Honda dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk menempatkan sistem e-compressor tanpa mengganggu desain utama.

Pada kelas menengah, Honda mengembangkan varian V-twin berbasis V3R yang menyasar segmen 600cc. Teknologi e-compressor membantu motor ini menghasilkan performa setara kelas 800cc.

Baca Juga :  Mengenal Cara Kerja Sistem Hybrid Wuling Eksion, Bisa Pilih 4 Mode Energi

Honda Siapkan Teknologi Ini untuk Kelas Superbike

Honda juga mengembangkan dua konfigurasi mesin empat silinder segaris. Salah satunya berbasis Honda CB1300 Super Four, sementara lainnya menggunakan platform Honda CBR1000RR-R Fireblade.

Honda berpotensi meningkatkan performa Fireblade secara signifikan jika menggabungkan e-compressor ke dalam mesin tersebut. Model ini saat ini sudah menghasilkan tenaga lebih dari 200 hp.

Jika terealisasi, Fireblade dapat menjadi penantang langsung Kawasaki Ninja H2 yang sudah dikenal dengan teknologi supercharged.

Honda mengarahkan pengembangan e-compressor untuk meningkatkan performa tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar. Perusahaan juga menekan emisi gas buang melalui kontrol udara yang lebih presisi.

Dengan strategi ini, Honda tidak perlu merombak total desain mesin yang sudah ada. Perusahaan cukup mengintegrasikan sistem baru ke platform yang sudah berjalan.

Jika berhasil, teknologi ini dapat menjadi standar baru pada motor performa tinggi di masa depan.(ar)

Berita Terkait

Rincian Biaya Kepemilikan Motor Listrik dan Panduan Perawatannya
Kalah Sengketa Merek Dagang di Pengadilan, BYD Resmi Ubah Denza Jadi Danza
Update Lengkap Harga Mobil Listrik Indonesia Oktober 2026: Pilihan Model Murah Hingga Mewah
Uji Efisiensi Chery Tiggo 9 CSH: Jakarta ke Semarang Cuma Telan 2 Liter BBM
Penyegaran Honda City Hatchback 2026 Hadirkan Fitur Keselamatan Lengkap
Nora EV Metro Hadir Menyerupai Desain Toyota Alphard
Aturan Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Pekan Ini
AHM Perluas Akses Pendidikan Vokasi Ke Kabupaten Sorong
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Rincian Biaya Kepemilikan Motor Listrik dan Panduan Perawatannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Kalah Sengketa Merek Dagang di Pengadilan, BYD Resmi Ubah Denza Jadi Danza

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Update Lengkap Harga Mobil Listrik Indonesia Oktober 2026: Pilihan Model Murah Hingga Mewah

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Uji Efisiensi Chery Tiggo 9 CSH: Jakarta ke Semarang Cuma Telan 2 Liter BBM

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Penyegaran Honda City Hatchback 2026 Hadirkan Fitur Keselamatan Lengkap

Berita Terbaru

Ilustrasi: Guru memeriksa berkas pendaftaran seleksi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026 melalui portal resmi SSCASN.(poto: AI).

Nasional

Kemensos Buka 331 Formasi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:57 WIB

Ilustrasi: OJK soroti kenaikan kredit macet pinjol yang kini capai 4,73 persen, minta platform perkuat manajemen risiko.(poto: AI).

Ekonomi

Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Soroti Kemampuan Bayar

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:16 WIB