Jemarionline, Jakarta – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) memastikan tim nasional Jerman tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, meskipun muncul gelombang wacana boikot menyusul kontroversi kebijakan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen.Keputusan tersebut diambil setelah Dewan Presiden DFB menggelar rapat internal untuk merespons berbagai tekanan dan pernyataan publik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
Isu boikot mencuat setelah sejumlah kelompok suporter dan tokoh sepak bola Eropa menyuarakan penolakan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Bahkan, ada dorongan agar status tuan rumah AS ditinjau ulang. Presiden klub Bundesliga St. Pauli, Oke Göttlich, termasuk pihak yang secara terbuka meminta diskusi mengenai kemungkinan boikot.
Namun, Presiden DFB Bernd Neuendorf menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan federasi. DFB menegaskan bahwa opsi boikot tidak menjadi bagian dari agenda resmi organisasi.Dalam pernyataannya, DFB menilai bahwa pembahasan mengenai keterkaitan antara politik dan olahraga seharusnya dilakukan secara tertutup agar tidak menimbulkan polemik di ruang publik.
DFB juga menegaskan bahwa seluruh persiapan Timnas Jerman menuju Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana, dengan koordinasi intensif bersama pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk keamanan dan penyelenggaraan pertandingan.Federasi menyampaikan keyakinannya bahwa sepak bola memiliki peran penting sebagai media pemersatu lintas bangsa, serta menegaskan komitmen Jerman untuk mengikuti turnamen yang menjunjung prinsip keterbukaan, sportivitas, dan keamanan bagi seluruh peserta dan suporter.
Di tengah isu tersebut, beredar spekulasi bahwa Amerika Serikat berpotensi membatasi keikutsertaan negara tertentu. Menanggapi hal itu, pakar industri olahraga Profesor Simon Chadwick menegaskan bahwa seluruh keputusan terkait partisipasi negara berada sepenuhnya di bawah kewenangan FIFA, bukan pemerintah negara tuan rumah.
Chadwick menjelaskan, pada saat Piala Dunia digelar, FIFA memegang kendali penuh atas aspek operasional, mulai dari regulasi, keamanan, hingga hak siar dan kemitraan komersial.









