Google Akui Masalah Aplikasi Android di Laptop Intel x86

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pengunjung menjajal Googlebooks berbasis Intel saat pameran teknologi, di tengah isu kompatibilitas aplikasi Android.(poto: oegopost.id).

Ilustrasi: Pengunjung menjajal Googlebooks berbasis Intel saat pameran teknologi, di tengah isu kompatibilitas aplikasi Android.(poto: oegopost.id).

Jakarta, jemarionline.com – Google secara resmi mengakui keberadaan kendala teknis pada pengoperasian aplikasi Android laptop Intel jenis Googlebooks. Masalah performa ini memukul program berat yang membutuhkan beban daya komputasi tinggi.

Laporan media teknologi Engadget pada Senin waktu setempat menyebutkan sistem operasi teranyar ini bertujuan menghubungkan laptop langsung ke ekosistem ponsel pintar. Namun, perbedaan arsitektur sistem operasi ponsel dan komputer jinjing justru memicu ganjalan teknis yang cukup serius.

Pihak Google meminta para pengembang pihak ketiga segera menyesuaikan kode aplikasi buatan mereka secara mandiri. Langkah perbaikan tersebut sangat penting agar perangkat lunak mampu beroperasi secara maksimal di laptop.

Mayoritas perancang perangkat lunak membangun aplikasi serta gim Android khusus untuk arsitektur chip Arm. Akibatnya, aplikasi mobile tersebut sulit berjalan selaras di lingkungan prosesor x86 milik Intel.

Google menegaskan sebagian besar aplikasi memang meluncur sangat mulus di atas fondasi instruksi mesin rancangan Arm. Oleh karena itu, pengembang harus menyuntikkan pembaruan teknis agar aplikasi kompleks dapat meluncur mulus di laptop Intel.

Baca Juga :  UC San Diego dan Google Ubah Smartphone Bekas Jadi Server Hemat Biaya

Perbedaan Arsitektur Chip Arm Dan Prosesor Intel

Kendala teknis ini berakar langsung dari jurang pemisah rancang bangun komputasi antara arsitektur Arm dan x86. Laptop Googlebooks bertenaga Intel membutuhkan lapisan penerjemahan khusus dari perangkat keras guna mengeksekusi instruksi biner Arm.

Penerjemahan kode instruksi Arm tersebut memakan porsi kerja prosesor komputer dalam kapasitas yang sangat tinggi. Beban kerja penerjemahan ini memicu penurunan performa sistem sekaligus menguras daya tahan baterai laptop secara nyata.

Penurunan performa ini tidak memengaruhi aplikasi yang sejak awal mengusung kompilasi untuk prosesor x86 secara terpisah. Program dengan paket instruksi bawaan x86 sanggup menjalankan seluruh fungsi komputasi secara instan tanpa hambatan penerjemahan.

Google sampai hari ini belum membeberkan rincian daftar aplikasi yang terdampak gangguan pada perangkat x86 tersebut. Perusahaan asal Amerika Serikat itu juga belum merinci bentuk kendala nyata yang menghadang para pengguna saat membuka aplikasi.

Baca Juga :  Cara Nonton YouTube Tanpa Iklan Gratis, Tak Perlu Premium

Upaya Optimalisasi Ekosistem Bersama Mitra Pengembang Global

Google tetap memberikan keleluasaan penuh bagi pemilik perangkat untuk mengunduh aneka konten via Google Play Store. Pengguna laptop masih leluasa memasang aplikasi Android pilihan meski aplikasi tersebut belum mengantongi pembaruan dari pengembang.

Perusahaan mesin pencari ini juga menghadirkan daftar aplikasi terkurasi yang telah lolos sertifikasi optimasi khusus. Langkah penyediaan kurasi ini bertujuan menjaga produktivitas harian konsumen agar aktivitas komputasi tetap berjalan nyaman tanpa hambatan.

Pasar teknologi global saat ini mencatat tiga varian Googlebooks berbasis Intel Core 5 produksi Acer, ASUS, dan Lenovo. Sementara itu, Dell dan HP memilih merilis dua model laptop bertenaga prosesor Arm Snapdragon X Elite.

Google terus mempererat kolaborasi strategis bersama Intel, Qualcomm, serta komunitas pengembang aplikasi global demi membereskan kendala tersebut. Kerja sama lintas korporasi ini memegang peranan krusial guna memperluas kompatibilitas dan mengoptimalkan performa aplikasi Android pada seluruh lini Googlebooks.(ar)

Berita Terkait

Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Baterai 5.700mAh dan Pengisian 60W Lebih Cepat
Realme P4s Lite Resmi Meluncur Usung Baterai Jumbo 7000 mAh dan Layar 120Hz
Xiaomi 18 Ultra Batal Rilis Akibat Biaya Produksi Komponen Melambung Tinggi
Edits Assistant Instagram Resmi Hadir Bantu Evaluasi Reels
OpenAI Luncurkan Fitur Coba Pakaian Virtual ChatGPT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Baterai 5.700mAh dan Pengisian 60W Lebih Cepat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Google Akui Masalah Aplikasi Android di Laptop Intel x86

Berita Terbaru