Jakarta, jemarionline.com – Kekhawatiran tentang biaya baterai mobil listrik BMW masih menjadi alasan sebagian masyarakat menunda pembelian mobil listrik.
Menjawab kekhawatiran itu, BMW Group Indonesia memastikan konsumen tidak selalu perlu mengganti seluruh paket baterai ketika terjadi kerusakan pada kendaraan listrik BMW.
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, menjelaskan bahwa BMW memakai sistem baterai yang memungkinkan teknisi mengganti cell atau module tertentu sesuai hasil pemeriksaan teknis.
Sistem tersebut membuat proses perbaikan lebih efisien dan lebih hemat biaya.
Jodie menyebut biaya penggantian per cell atau module berada di kisaran Rp32 juta per unit.
Namun, jumlah tersebut tetap bergantung pada kondisi kerusakan dan kebutuhan komponen tambahan setelah teknisi melakukan pemeriksaan.
BMW Gunakan Sistem Perbaikan yang Lebih Tepat Sasaran
BMW mengembangkan teknologi baterai dengan jumlah cell dan module yang lebih sedikit ketimbang beberapa merek lain.
Teknologi itu membantu teknisi menentukan titik kerusakan dengan lebih cepat dan akurat.
Teknisi BMW hanya mengganti bagian yang mengalami masalah tanpa perlu mengganti seluruh baterai kendaraan.
Langkah tersebut membuat proses perbaikan lebih praktis sekaligus mengurangi potensi biaya besar bagi pemilik kendaraan listrik.
BMW Group Indonesia juga terus menjaga kenyamanan konsumen melalui perlindungan garansi baterai.
Saat ini seluruh mobil listrik BMW di Indonesia masih masuk dalam cakupan garansi resmi perusahaan.
Garansi Baterai Berlaku Sampai 160.000 Kilometer
BMW memberikan garansi baterai kendaraan listrik selama delapan tahun atau hingga jarak tempuh mencapai 160.000 kilometer.
Garansi itu mencakup kerusakan material, gangguan fungsi, dan penurunan kapasitas baterai sesuai ketentuan perusahaan.
BMW meminta pemilik kendaraan rutin menjalani servis berkala sesuai panduan buku manual.
Perawatan rutin membantu menjaga performa baterai sekaligus mempertahankan masa berlaku garansi kendaraan.
Proses Perbaikan Bisa Selesai dalam Dua Hari
Selain biaya, waktu pengerjaan juga menjadi perhatian pengguna mobil listrik.
BMW mengklaim teknisi dapat menyelesaikan proses penggantian cell atau module baterai dalam waktu sekitar dua hari kerja apabila seluruh komponen tersedia.
Tim teknisi akan memulai proses dengan diagnosis awal, lalu melanjutkan pembongkaran baterai dan penggantian komponen yang rusak.
Setelah itu, teknisi melakukan pengujian akhir sesuai standar global BMW sebelum kendaraan kembali digunakan pelanggan.
Melalui sistem tersebut, BMW ingin memberi rasa aman kepada pengguna kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan juga ingin menunjukkan bahwa perbaikan baterai mobil listrik tidak selalu membutuhkan penggantian satu paket baterai secara penuh.(ar)









