Kenaikan BBM Ubah Selera Konsumen, Mobil Bekas Irit Kini Jadi Buruan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gridoto.com

Foto: Gridoto.com

JAKARTA, Jemarionline.com — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu perubahan besar di pasar otomotif Indonesia. Konsumen kini ramai mencari mobil bekas irit bahan bakar untuk menekan pengeluaran harian.

Tren itu muncul di berbagai showroom mobil bekas dalam beberapa pekan terakhir. Penjual mengaku calon pembeli sekarang lebih sering menanyakan konsumsi BBM dibanding tenaga mesin atau fitur hiburan.

Konsumen juga mulai menghitung biaya servis, harga sparepart, dan pengeluaran operasional sebelum membeli kendaraan.

Ketua Umum Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Tjung Subianto, menilai kenaikan harga BBM langsung memengaruhi perilaku konsumen.

“Konsumen sekarang lebih fokus mencari mobil hemat bahan bakar. Mereka ingin biaya penggunaan kendaraan tetap ringan,” ujarnya.

Menurut Tjung, mobil bermesin kecil kini lebih cepat terjual dibanding kendaraan dengan kapasitas mesin besar.

Mobil Bermesin Kecil Jadi Favorit

Beberapa model seperti Honda Brio, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Toyota Avanza, dan Suzuki Karimun Wagon R mendominasi pencarian konsumen.

Mobil-mobil tersebut menawarkan konsumsi BBM yang hemat dan biaya perawatan yang relatif murah. Harga jual kembali kendaraan itu juga masih stabil di pasar.

Andi, pemilik showroom mobil bekas di Jakarta Pusat, mengaku penjualan mobil kecil meningkat sejak harga BBM naik.

“Pembeli sekarang lebih banyak cari mobil 1.200 cc sampai 1.500 cc. Mereka ingin kendaraan yang hemat untuk dipakai setiap hari,” katanya.

Ia juga melihat perubahan pola pikir konsumen dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pembeli datang dengan perhitungan yang lebih matang.

Mereka tidak lagi membeli kendaraan hanya karena tampilan atau gengsi. Konsumen kini memilih mobil yang mampu menghemat pengeluaran bulanan.

Baca Juga :  Yamaha Tampilkan Motor Bebek Terbaru dengan Desain Modern dan Fitur Lebih Lengkap

Karena tren tersebut, banyak showroom mulai memperbanyak stok mobil irit bahan bakar.

Mobil Diesel Kehilangan Daya Tarik

Kenaikan harga solar nonsubsidi membuat minat terhadap mobil diesel ikut menurun. Banyak konsumen kini menghindari kendaraan dengan biaya operasional tinggi.

Founder sekaligus CEO Otospector, Jeffrey Andika, mengatakan pasar mobil diesel mengalami perlambatan cukup besar.

“Harga bahan bakar naik dan konsumen langsung mencari alternatif yang lebih hemat,” ujarnya.

Menurut Jeffrey, kondisi ekonomi saat ini membuat masyarakat lebih berhati-hati saat membeli kendaraan.

Beberapa model diesel populer seperti Toyota Fortuner dan Toyota Innova Reborn diesel kini membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pembeli.

Penjual juga mulai menyesuaikan harga agar kendaraan diesel tetap menarik di pasar mobil bekas.

Mobil Hybrid Mulai Menarik Perhatian

Selain mobil kecil, kendaraan hybrid juga mulai menarik minat masyarakat. Banyak konsumen menilai teknologi hybrid mampu mengurangi biaya bahan bakar.

Mobil hybrid memadukan mesin bensin dan motor listrik sehingga konsumsi BBM menjadi lebih efisien.

Meski harga unit hybrid bekas masih cukup tinggi, sebagian konsumen tetap tertarik karena biaya pemakaian lebih hemat dalam jangka panjang.

Pembahasan mengenai kendaraan hemat energi juga semakin ramai di media sosial dan forum otomotif. Banyak pengguna internet mulai membandingkan biaya penggunaan mobil bensin, diesel, hybrid, hingga mobil listrik.

Namun, sebagian masyarakat masih mempertimbangkan harga jual kembali sebelum membeli kendaraan elektrifikasi.

Konsumen Kini Lebih Rasional

Pengamat otomotif Bambang Trisulo menilai kenaikan harga BBM membuat masyarakat lebih realistis saat memilih kendaraan.

Baca Juga :  5 Jenis Kendaraan Ini Tidak Kena Pajak Tahunan, Mobil Listrik Masih Bebas?

“Ketika biaya hidup meningkat, masyarakat otomatis memilih kendaraan yang ekonomis dan efisien,” katanya.

Ia memprediksi tren kendaraan hemat bahan bakar akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Produsen otomotif kemungkinan ikut menyesuaikan strategi penjualan dengan menghadirkan kendaraan yang lebih efisien.

Selain itu, masyarakat kini semakin teliti menghitung total biaya kepemilikan kendaraan. Mereka memperhatikan pajak, servis rutin, konsumsi BBM, dan harga sparepart sebelum membeli mobil.

Mobil Bekas Tetap Jadi Pilihan Utama

Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, mobil bekas tetap menjadi solusi bagi banyak masyarakat Indonesia.

Harga yang lebih terjangkau membuat mobil bekas cocok untuk konsumen yang ingin memiliki kendaraan pribadi tanpa cicilan tinggi.

Banyak pembeli sekarang lebih memilih mobil sederhana dengan konsumsi BBM rendah dibanding kendaraan besar dengan biaya operasional mahal.

Tren tersebut menunjukkan perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Kenaikan harga BBM tidak hanya memengaruhi biaya transportasi, tetapi juga mengubah cara konsumen menentukan pilihan kendaraan.

Efisiensi Jadi Penentu Pasar

Efisiensi kini menjadi faktor utama dalam pasar otomotif nasional. Konsumen semakin mengutamakan kendaraan hemat bahan bakar dibanding mobil dengan mesin besar.

Mobil bekas irit diperkirakan tetap mendominasi pasar sepanjang 2026. Sebaliknya, kendaraan dengan konsumsi BBM tinggi kemungkinan menghadapi penurunan permintaan.

Pedagang mobil bekas pun mulai menyesuaikan stok kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dengan kondisi tersebut, pasar mobil bekas Indonesia tampaknya akan terus bergerak ke arah kendaraan yang hemat bahan bakar, murah perawatan, dan ringan untuk penggunaan harian.

Berita Terkait

Volkswagen PHK 100 Ribu Buruh dan Tutup 4 Pabrik, Ini Penyebabnya
4 Rekomendasi Mobil Sedan Murah di Bawah Rp50 Juta, Desain Timeless
MPV Pintu Geser BYD Mulai Dikirim ke Dealer, Siap Tantang MPV Premium
Honda BeAT Terbaru Meluncur, Harga Mulai Rp 19 Jutaan
Toyota Australia Tarik 1.101 Toyota bZ4X 2025-2026 Akibat Masalah Perangkat Lunak Baterai
Komparasi Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha, Mana Lebih Unggul?
Honda Vario 160 Evo Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp28,5 Juta
Hindari Rem Blong, Ini Teknik Aman Berkendara di Jalan Menurun
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00 WIB

Volkswagen PHK 100 Ribu Buruh dan Tutup 4 Pabrik, Ini Penyebabnya

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

4 Rekomendasi Mobil Sedan Murah di Bawah Rp50 Juta, Desain Timeless

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:00 WIB

MPV Pintu Geser BYD Mulai Dikirim ke Dealer, Siap Tantang MPV Premium

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:00 WIB

Honda BeAT Terbaru Meluncur, Harga Mulai Rp 19 Jutaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:31 WIB

Toyota Australia Tarik 1.101 Toyota bZ4X 2025-2026 Akibat Masalah Perangkat Lunak Baterai

Berita Terbaru

(Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Nasional

BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?

Senin, 29 Jun 2026 - 10:00 WIB