Jemarionline.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kehilangan salah satu anggotanya, Haerul Saleh. Ia meninggal dunia setelah kebakaran melanda rumahnya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat pagi (8/5/2026).
Peristiwa itu berlangsung cepat dan mengejutkan warga sekitar. Api muncul dari bagian lantai atas rumah yang tengah menjalani proses renovasi. Dalam hitungan menit, asap tebal langsung membumbung dari atap bangunan dan api merambat ke beberapa bagian rumah.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Laporan itu segera diterima dan petugas pun bergerak menuju lokasi.
Api Cepat Membesar di Rumah yang Sedang Renovasi
Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan melahap sebagian besar bagian atas bangunan. Petugas pemadam langsung mengerahkan puluhan personel dan belasan unit mobil pemadam untuk mengendalikan kobaran api.
Petugas bekerja keras menyisir titik-titik api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan.
Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam bangunan.
Petugas Temukan Korban di Dalam Rumah
Setelah kondisi aman, petugas masuk lebih dalam ke area rumah yang terbakar. Mereka menemukan satu korban dalam kondisi tidak bernyawa di dalam bangunan.
Petugas kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Pasar Minggu untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim medis memastikan identitas korban sebagai Haerul Saleh, anggota IV BPK RI.
Kabar itu langsung dikonfirmasi oleh BPK RI melalui pernyataan resmi. Lembaga tersebut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu anggotanya.
BPK RI Sampaikan Belasungkawa
BPK RI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Haerul Saleh. Lembaga itu juga mengenang almarhum sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.
“BPK RI berduka atas wafatnya Bapak Haerul Saleh, anggota IV BPK RI. Kami kehilangan sosok yang memiliki integritas dan komitmen kuat terhadap pengelolaan keuangan negara,” ujar perwakilan BPK RI dalam keterangan resminya.
Sejumlah pejabat dan kolega juga menyampaikan ucapan duka. Mereka mengenang almarhum sebagai pribadi yang tenang, disiplin, dan memiliki perhatian besar terhadap tata kelola keuangan negara.
Kronologi Awal Kebakaran
Warga sekitar menyebut mereka melihat asap keluar dari bagian atas rumah sebelum api membesar. Mereka kemudian berusaha memanggil bantuan dan menghubungi petugas pemadam.
Petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Mereka bergerak cepat untuk mengamankan area dan mencegah api menyebar ke rumah lain.
Seorang petugas di lapangan menjelaskan bahwa api diduga muncul dari area renovasi yang menggunakan material mudah terbakar.
“Api cepat membesar karena banyak material bangunan yang mudah terbakar di lantai atas,” ujarnya.
Proses Evakuasi dan Penanganan Jenazah
Setelah proses pemadaman selesai, petugas melakukan penyisiran di dalam bangunan. Mereka kemudian menemukan korban dan langsung mengevakuasi ke rumah sakit.
Pihak keluarga menerima jenazah setelah proses identifikasi selesai. Rencananya, keluarga akan membawa jenazah ke kampung halaman di Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk dimakamkan.
BPK RI juga memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sebelum proses pemulangan jenazah berlangsung.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran Berlangsung
Pihak kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Mereka memeriksa sisa material bangunan dan mengumpulkan keterangan dari saksi di sekitar lokasi.
Dugaan awal mengarah pada aktivitas renovasi rumah yang melibatkan material mudah terbakar. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa mereka masih menunggu hasil investigasi resmi.









