Jemarionline – Masjidil Haram mengalami lonjakan jemaah yang sangat tinggi pada sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah atau 2026.
Periode ini memang dikenal sebagai puncak musim umrah, di mana jutaan umat Muslim dari berbagai negara datang untuk beribadah, terutama pada malam-malam ganjil yang diyakini sebagai Lailatul Qadar.
Jemaah Diminta Hafalkan Nama Pintu
Di tengah kepadatan tersebut, jemaah diimbau untuk menghafal nama dan nomor pintu Masjidil Haram guna menghindari tersesat saat keluar masuk area masjid.
Masjidil Haram memiliki ratusan pintu yang tersebar di berbagai sisi. Beberapa pintu utama yang sering digunakan antara lain:
-
Pintu Raja Abdulaziz (Gate 1)
-
Pintu Raja Fahd (Gate 79)
-
Bab Umrah
-
Pintu Raja Abdullah
Pintu-pintu ini menjadi akses penting menuju area tawaf di sekitar Ka’bah.
Pintu Khusus Umrah dan Shalat
Selain pintu utama, terdapat jalur tertentu yang biasa digunakan jemaah umrah karena lebih dekat ke area ibadah utama.
Sementara itu, jemaah yang datang untuk salat juga dapat menggunakan berbagai pintu lain yang terhubung dengan jembatan dan tangga di area masjid.
Pengaturan ini merupakan bagian dari sistem manajemen kerumunan yang diterapkan otoritas Arab Saudi agar arus jemaah tetap tertib.
Fasilitas untuk Jemaah Perempuan dan Disabilitas
Pengelola Masjidil Haram juga menyediakan akses khusus bagi jemaah perempuan serta penyandang disabilitas.
Sejumlah pintu tertentu disiapkan untuk memudahkan mobilitas, termasuk akses jembatan dan jalur kursi roda agar ibadah tetap nyaman dan aman.
Kepadatan Capai Puncak di Malam 27 Ramadan
Kepadatan jemaah biasanya mencapai puncaknya pada malam ke-27 Ramadan, di mana Masjidil Haram bahkan dapat mencapai kapasitas maksimum.
Setiap sudut masjid, mulai dari area dalam hingga pelataran luar, dipenuhi jemaah yang melaksanakan salat dan ibadah malam.
Kesimpulan
Menghafal pintu masuk menjadi langkah sederhana namun penting bagi jemaah di tengah padatnya Masjidil Haram saat akhir Ramadan. Dengan memahami akses keluar-masuk, jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan terhindar dari kebingungan di tengah lautan manusia.









