Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah perang yang masih berlangsung antara kedua negara. Ia mengklaim serangan militer Israel bersama Amerika Serikat telah memberikan pukulan berat terhadap kekuatan militer dan nuklir Teheran.
Dalam konferensi pers pada Kamis (12/3/2026), Netanyahu mengatakan berbagai operasi militer yang dilakukan sejak akhir Februari telah merusak infrastruktur strategis Iran dan menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir negara tersebut. Menurutnya, serangan itu juga berhasil menghambat program rudal balistik dan nuklir Iran.
Netanyahu bahkan menyebut kondisi Iran saat ini “babak belur” akibat tekanan militer yang terus meningkat. Ia menilai negaranya kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibanding sebelumnya.
Sindir Pemimpin Baru Iran
Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga menyinggung Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai pemimpin baru Iran setelah kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Ia menyebut Mojtaba sebagai “boneka rezim”, sekaligus memperingatkan bahwa para pemimpin Iran tidak memiliki jaminan keselamatan jika konflik terus berlanjut.
Pernyataan itu menjadi salah satu kritik paling keras dari Israel terhadap kepemimpinan baru Iran di tengah eskalasi konflik regional.
Seruan Kepada Rakyat Iran
Netanyahu juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Iran. Ia mengatakan Israel mendukung warga Iran yang menginginkan perubahan politik di negara mereka.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masa depan Iran sepenuhnya berada di tangan rakyatnya sendiri. Israel, kata dia, hanya berupaya menciptakan kondisi yang dapat membuka peluang perubahan tersebut.
Konflik Berpotensi Meluas
Ketegangan Israel dan Iran dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran global. Serangan rudal, drone, serta ancaman penutupan Selat Hormuz meningkatkan risiko krisis energi dan konflik regional yang lebih luas.
Sejumlah negara bahkan mulai meningkatkan kesiagaan militer di kawasan Timur Tengah untuk mengantisipasi dampak konflik yang terus berkembang.









