Ekonomi AS Bergeser dari K-Shaped ke E-Shaped Economy, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi AS Bergeser dari K-Shaped ke E-Shaped Economy, Ini Penyebabnya

Ekonomi AS Bergeser dari K-Shaped ke E-Shaped Economy, Ini Penyebabnya

Perekonomian Amerika Serikat kini dinilai mengalami perubahan pola. Jika sebelumnya sering digambarkan sebagai K-shaped economy, sejumlah ekonom kini menyebut kondisi terbaru lebih menyerupai E-shaped economy. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan semakin tajamnya perbedaan kondisi ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

Perubahan pola tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi tidak dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok. Meskipun beberapa indikator ekonomi terlihat stabil, tekanan biaya hidup masih dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

Dari Ketimpangan Dua Kelompok

Konsep K-shaped economy sebelumnya menggambarkan situasi ketika pemulihan ekonomi berjalan berbeda antara kelompok masyarakat. Kelompok berpenghasilan tinggi cenderung mengalami peningkatan kekayaan, terutama dari investasi seperti saham dan properti.

Di sisi lain, masyarakat dengan penghasilan rendah menghadapi tantangan besar akibat inflasi dan meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat kesenjangan ekonomi semakin lebar.

Baca Juga :  Krisis Iran 2026: Protes Besar, Inflasi Melonjak, dan Tekanan Politik Global

Kini Menjadi E-Shaped Economy

Seiring perkembangan ekonomi terbaru, sejumlah analis melihat bahwa kondisi tersebut kini lebih tepat disebut E-shaped economy. Pola ini menunjukkan bahwa ketimpangan tidak hanya terjadi antara kelompok kaya dan miskin, tetapi juga mulai menekan kelas menengah.

Dalam pola ini, kelompok kaya tetap memiliki daya beli kuat dan relatif stabil. Sementara itu, kelas menengah mulai merasakan tekanan akibat kenaikan harga dan suku bunga. Di sisi lain, kelompok berpendapatan rendah tetap menjadi pihak yang paling rentan terhadap perubahan ekonomi.

Akibatnya, struktur ekonomi menjadi lebih kompleks karena terdapat perbedaan kondisi yang signifikan di tiga kelompok masyarakat tersebut.

Tekanan Inflasi dan Suku Bunga

Beberapa faktor dinilai menjadi penyebab perubahan pola ekonomi tersebut. Salah satunya adalah inflasi yang membuat biaya hidup meningkat, sehingga memengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Selain itu, kebijakan suku bunga yang tinggi juga berdampak pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang memiliki pinjaman atau cicilan.

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat harus mengurangi konsumsi dan lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan.

Gambaran Ketimpangan Ekonomi

Fenomena E-shaped economy menunjukkan bahwa meskipun ekonomi secara keseluruhan masih bertahan, manfaat pertumbuhan tidak dirasakan secara merata. Kelompok kaya tetap kuat secara finansial, sementara kelas menengah dan masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar.

Perkembangan ini menjadi perhatian para ekonom karena menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi berpotensi semakin melebar jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat.

Berita Terkait

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia
Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:52 WIB

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB