Pemprov NTB Klarifikasi Isu WN Malaysia Ditelantarkan 18 Tahun di Lombok

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov NTB Klarifikasi Isu WN Malaysia Ditelantarkan 18 Tahun di Lombok

Pemprov NTB Klarifikasi Isu WN Malaysia Ditelantarkan 18 Tahun di Lombok

Mataram, 17 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan viral mengenai warga negara Malaysia, Norida Akmal Ayob. Sebelumnya, ia disebut ditelantarkan selama 18 tahun di Lombok dan hidup sebagai tukang sapu.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.

Klarifikasi tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan penelusuran langsung di Dusun Benjelo, Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Penelusuran melibatkan Disnakertrans NTB bersama aparat desa setempat.

Baca Juga :  Pria Lansia Diduga Diterkam Buaya di Sungai Batang Paparian Pasaman Barat, SAR Kerahkan Drone Thermal

Tim juga menghimpun keterangan dari sejumlah pihak. Di antaranya Wirawan yang merupakan keluarga dekat Badi, Kepala Dusun Benjelo Agus, serta Kepala Desa Ubung, Mastaal.

Pemprov NTB Tegaskan Tidak Ada Penelantaran

Ahsanul Khalik, yang akrab disapa Aka, menjelaskan bahwa Norida Akmal Ayob merupakan warga negara Malaysia yang menikah pada tahun 2005 di Thailand dengan Badi, warga Dusun Benjelo.

Setelah menikah, Norida melahirkan anak pertama bernama Nurpatin Akmadiana di Malaysia. Pada tahun 2007, Norida bersama suami dan anaknya kembali ke Lombok karena ayah Badi meninggal dunia.

Baca Juga :  Isi Surat Bocah SD Marfen kepada Presiden Prabowo, Tulis Harapan Sederhana yang Menyentuh Hati

Selanjutnya, keluarga tersebut berangkat ke Sumatera untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Pada tahun 2008, Norida melahirkan anak kedua bernama Muhamad Sabani Daniel di Sumatera.

Sejak tahun 2021, keluarga ini kembali menetap di Lombok. Sementara itu, Badi bekerja di bidang ekspedisi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan tidak ditemukan indikasi penelantaran seperti yang ramai diberitakan sebelumnya.

Berita Terkait

Pria Lansia Diduga Diterkam Buaya di Sungai Batang Paparian Pasaman Barat, SAR Kerahkan Drone Thermal
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Kecelakaan di Solok Selatan, Kronologi Lengkap dan Kondisi Terkini
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:00 WIB

Pria Lansia Diduga Diterkam Buaya di Sungai Batang Paparian Pasaman Barat, SAR Kerahkan Drone Thermal

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Kecelakaan di Solok Selatan, Kronologi Lengkap dan Kondisi Terkini

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:25 WIB

Pemprov NTB Klarifikasi Isu WN Malaysia Ditelantarkan 18 Tahun di Lombok

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB