Jemarionline — Laporan terbaru dari IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyebutkan bahwa beberapa kota besar di Asia, termasuk Jakarta, Bangkok, dan Manila, menghadapi risiko banjir yang meningkat drastis akibat kombinasi kenaikan permukaan laut dan curah hujan ekstrem.
Data ini diumumkan pada 27 Januari 2026, menekankan urgensi langkah adaptasi dan mitigasi dari pemerintah kota dan lembaga lingkungan.
Faktor Penyebab
-
Kenaikan permukaan laut rata-rata 3 mm per tahun di Asia Tenggara.
-
Curah hujan ekstrem meningkat hingga 20% dibanding 10 tahun terakhir.
-
Urbanisasi cepat memperburuk risiko karena sistem drainase tidak memadai.
Dampak Potensial
-
Ribuan rumah dan infrastruktur terancam terendam.
-
Gangguan transportasi dan ekonomi lokal.
-
Peningkatan risiko penyakit terkait air seperti diare dan leptospirosis.
Respon Pemerintah dan Ahli Lingkungan
-
Pemerintah kota Jakarta dan Bangkok sedang mempercepat proyek tanggul dan pompa air.
-
Ahli iklim menyarankan urban planning berbasis mitigasi bencana, penghijauan perkotaan, dan sistem peringatan dini.
-
“Kita menghadapi krisis iklim nyata, dan tindakan adaptasi harus dilakukan sekarang,” kata Prof. Arif Hidayat, pakar iklim dari Universitas Indonesia.









