Jakarta, Jemarionline.com – Pengelola jaringan SPBU di seluruh Indonesia resmi mempertahankan harga BBM terbaru 2026 tanpa perubahan per Selasa (20/10/2026). Seluruh badan usaha penyedia bahan bakar kompak memakai acuan banderol periode September 2026.
Pertamina memastikan tidak menaikkan tarif komoditas subsidi jenis Pertalite maupun Biosolar hingga pengujung 2026. Manajemen mengambil langkah tersebut demi menjalankan penugasan serta arahan langsung dari pemerintah pusat.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan perusahaan belum mengutak-atik harga BBM nonsubsidi. Pihaknya menetapkan kebijakan ini setelah menimbang kondisi riil daya beli masyarakat saat ini.
Penerapan tarif lama ini memberi kepastian bagi para pengendara yang rutin beraktivitas di jalan raya. Konsumen kini dapat mengisi tangki kendaraan mereka dengan estimasi pengeluaran bahan bakar yang tetap stabil.
Pertamina tercatat terakhir kali mengerek tarif bahan bakar nonsubsidi secara bertahap pada awal September lalu. Penyesuaian bertahap tersebut menyasar kelompok produk bensin beroktan tinggi serta varian bahan bakar diesel nonsubsidi.
Produk Pertamax Green 95 sempat mengalami lonjakan harga sebesar Rp2.550 per liter pada 2 September. Penyesuaian tersebut mendongkrak posisi harga dari level Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.
Kenaikan tersebut menyusul langkah serupa yang menyentuh varian Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite sehari sebelumnya. Pertamina mematok Pertamax Turbo naik ke angka Rp19.600 per liter dari posisi Agustus senilai Rp18.300.
Varian Dexlite juga melompat ke angka Rp23.700 per liter setelah sebelumnya sempat bertengger di posisi Rp19.700. Sementara itu produk Pertamina Dex merangkak naik menyentuh Rp25.200 per liter dari banderol lama Rp21.150.
Pemerintah Memastikan Tarif Bensin Bersubsidi Tetap Bertahan Stabil
BBM bersubsidi jenis Pertalite tetap kokoh bertengger pada nominal Rp10.000 per liter di seluruh Indonesia. Pemerintah juga mengunci banderol Biosolar agar tetap terjangkau pada angka Rp6.800 per liter.
Pengendara mobil bensin umum masih menebus Pertamax RON 92 dengan harga stabil Rp15.950 per liter. Ketiadaan penyesuaian baru pada bulan ini menjaga pergerakan laju inflasi sektor transportasi harian warga.
Para pengemudi armada logistik serta angkutan umum menyambut positif ketetapan harga solar subsidi yang tidak berubah. Stabilitas biaya operasional armada angkutan barang mampu menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Langkah menahan tarif energi ini sekaligus menjadi bantalan penopang aktivitas rantai pasok logistik nasional. Sektor distribusi antardaerah kini tetap berjalan lancar tanpa beban biaya tambahan bahan bakar minyak.
Pertamina Patra Niaga terus memonitor fluktuasi minyak mentah dunia secara berkala sebelum memutuskan skema tarif berikutnya. Perusahaan mengutamakan kepentingan perlindungan daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian global yang tidak menentu.
Petugas lapangan di berbagai stasiun pengisian terus menyalurkan pasokan energi harian secara normal kepada konsumen. Pengendara bisa langsung mendatangi unit dispenser bahan bakar terdekat untuk melakukan pengisian kendaraan masing-masing.
Daftar Banderol Seluruh Operator SPBU Swasta Nasional Terkini
SPBU swasta Vivo terpantau mengekor langkah Pertamina dengan mempertahankan seluruh patokan harga jual lama mereka. Manajemen Vivo mematok bensin Revvo 92 seharga Rp16.130 per liter dan Revvo 95 sebesar Rp19.330 per liter.
Pengguna kendaraan diesel yang mengisi bahan bakar di gerai Vivo menebus Diesel Primus seharga Rp25.420 per liter. Angka transaksi tersebut sama persis dengan besaran pengeluaran pelanggan pada bulan sebelumnya.
Operator SPBU BP-AKR juga menerapkan skema serupa dengan mempertahankan seluruh katalog harga bahan bakar mereka. Pengendara membeli produk BP 92 pada label Rp16.130 per liter dan BP Ultimate senilai Rp19.330 per liter.
Penyedia bahan bakar patungan tersebut menjual varian BP Ultimate Diesel pada angka Rp25.420 per liter. Pengelola stasiun memastikan pasokan bahan bakar di setiap tangki pendam SPBU berada dalam status aman.
Sementara itu, jaringan SPBU Shell tercatat hanya melayani transaksi pengisian untuk satu varian produk diesel. Pengelola gerai Shell membanderol Shell V-Power Diesel pada nominal Rp25.420 per liter kepada para pelanggannya.
Shell belum menjual kembali varian bensin populer seperti Shell Super, Shell V-Power, maupun Shell V-Power Nitro+. Konsumen kendaraan bermesin bensin dapat memanfaatkan alternatif pengisian bahan bakar pada jaringan SPBU terdekat lainnya.(ar)









