Jakarta, jemarionline.com – Industri asuransi kendaraan bermotor di Indonesia diperkirakan tumbuh positif sepanjang 2026.
Pertumbuhan ini muncul seiring pemulihan sektor otomotif nasional yang terus menguat dan peningkatan penjualan kendaraan baru di pasar domestik.
Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, menjelaskan bahwa kenaikan penjualan kendaraan langsung meningkatkan permintaan asuransi.
Ia menegaskan bahwa konsumen yang membeli kendaraan melalui kredit hampir selalu membutuhkan perlindungan asuransi, sehingga pertumbuhan unit kendaraan baru otomatis mengangkat bisnis asuransi.
Penjualan Mobil Naik Tajam Berdasarkan Data Gaikindo
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil pada April 2026 mencapai 80.776 unit.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Irvan menilai pasar otomotif terus bergerak positif. Ia juga menegaskan bahwa tren tersebut tidak hanya terjadi sesaat, meskipun faktor basis rendah tahun lalu ikut memengaruhi persentase kenaikan.
Irvan menjelaskan bahwa pertumbuhan industri otomotif selalu menggerakkan sektor pendukung, termasuk asuransi umum.
Ketika masyarakat membeli lebih banyak kendaraan, perusahaan asuransi juga menerima lebih banyak permintaan polis, terutama dari pembiayaan kredit.
Kendaraan Listrik dan Digitalisasi Buka Peluang Baru
Irvan melihat kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) membuka peluang baru bagi industri asuransi kendaraan.
Ia menyebut perusahaan asuransi perlu menyesuaikan produk karena EV memiliki karakter risiko berbeda, terutama pada komponen baterai.
Selain itu, perkembangan insurtech mempercepat transformasi industri. Platform digital membantu masyarakat membeli polis dan mengajukan klaim dengan lebih cepat.
Kondisi ini membuat layanan asuransi lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Irvan juga menyoroti rencana penerapan asuransi wajib tanggung jawab hukum pihak ketiga atau third party liability (TPL).
Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memperluas pasar asuransi kendaraan jika pemerintah menerapkannya secara konsisten.
Tantangan Industri Masih Menghambat Pertumbuhan
Meski peluangnya besar, industri asuransi kendaraan tetap menghadapi sejumlah tantangan.
Biaya perbaikan kendaraan listrik yang tinggi menekan margin perusahaan asuransi. Keterbatasan bengkel khusus EV juga memperlambat proses klaim.
Selain itu, kondisi ekonomi yang belum stabil membuat sebagian konsumen menunda pembelian polis tambahan.
Perusahaan asuransi juga masih menghadapi rendahnya literasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan kendaraan serta ketergantungan pada perusahaan pembiayaan dalam distribusi produk.(ar)









