Jemarionline.com – Timnas Aljazair mulai mencuri perhatian menjelang Piala Dunia 2026. Negara asal Afrika Utara itu membawa banyak pemain berpengalaman dan talenta muda yang tampil impresif di kompetisi Eropa. Kombinasi tersebut membuat Les Fennecs berpotensi menjadi salah satu tim kejutan di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pelatih Vladimir Petkovic kini memiliki banyak pilihan pemain berkualitas di setiap lini. Kehadiran nama-nama seperti Riyad Mahrez, Ismael Bennacer, hingga Amine Gouiri membuat Aljazair tampil semakin kompetitif.
Piala Dunia 2026 juga menjadi momentum penting bagi Aljazair setelah terakhir tampil pada edisi 2014 di Brasil. Saat itu, mereka berhasil menembus babak 16 besar dan memberikan perlawanan sengit kepada Jerman.
Kini publik Aljazair berharap generasi terbaru Les Fennecs mampu mencatat prestasi lebih baik di turnamen terbesar dunia tersebut.
Vladimir Petkovic Bangun Tim Lebih Seimbang
Vladimir Petkovic terus membangun fondasi kuat sejak menangani Aljazair. Pelatih asal Bosnia itu mengombinasikan pemain senior dengan talenta muda yang tampil konsisten di klub masing-masing.
Petkovic tetap mengandalkan pemain berpengalaman untuk menjaga stabilitas tim. Namun ia juga memberi kesempatan kepada pemain muda agar skuad Aljazair memiliki regenerasi yang sehat.
Pendekatan tersebut membuat permainan Aljazair terlihat lebih seimbang. Mereka mampu bermain cepat saat menyerang sekaligus disiplin ketika bertahan.
Banyak pengamat menilai Aljazair memiliki kualitas untuk bersaing di fase grup Piala Dunia 2026. Bahkan beberapa pihak menyebut Les Fennecs bisa menjadi kuda hitam jika tampil konsisten.
Riyad Mahrez Masih Jadi Andalan
Meski usianya tidak lagi muda, Riyad Mahrez tetap menjadi sosok penting di skuad Aljazair. Mantan pemain Manchester City itu masih memiliki kualitas teknik dan pengalaman yang sangat dibutuhkan tim.
Mahrez dikenal sebagai pemain kreatif dengan kemampuan dribel dan umpan akurat. Ia juga sering menjadi pembeda dalam pertandingan penting.
Kapten Aljazair tersebut kemungkinan tetap menjadi pemimpin utama Les Fennecs di Piala Dunia 2026. Pengalaman bermain di level tertinggi membuat Mahrez memiliki pengaruh besar di ruang ganti maupun di lapangan.
Publik Aljazair berharap Mahrez mampu membawa negaranya melangkah jauh dalam turnamen nanti.
Bennacer Jadi Motor Permainan
Selain Mahrez, Aljazair juga memiliki Ismael Bennacer sebagai pengatur tempo permainan. Gelandang AC Milan itu terkenal karena kemampuan distribusi bola dan visi bermain yang sangat baik.
Bennacer sering menjadi pusat permainan Aljazair di lini tengah. Ia mampu menjaga keseimbangan tim ketika menyerang maupun bertahan.
Kemampuan Bennacer dalam mengontrol ritme pertandingan membuat Aljazair tampil lebih tenang saat menghadapi tekanan lawan.
Jika berada dalam kondisi terbaik, Bennacer bisa menjadi salah satu gelandang paling berpengaruh di Piala Dunia 2026.
Amine Gouiri Tambah Ketajaman Lini Depan
Di lini depan, Aljazair memiliki Amine Gouiri yang tampil tajam dalam beberapa musim terakhir di Eropa. Penyerang tersebut memiliki kecepatan, teknik, dan penyelesaian akhir yang cukup baik.
Gouiri memberi variasi serangan bagi Aljazair karena mampu bermain sebagai striker maupun penyerang sayap.
Selain Gouiri, Aljazair juga masih memiliki sejumlah pemain depan berpengalaman yang dapat menjadi ancaman bagi lawan.
Kehadiran beberapa opsi di sektor penyerangan membuat Petkovic lebih fleksibel dalam menentukan strategi pertandingan.
Prediksi Skuad Aljazair untuk Piala Dunia 2026
Berikut prediksi skuad Aljazair yang berpotensi tampil di Piala Dunia 2026:
Kiper
- Anthony Mandrea
- Alexandre Oukidja
- Luca Zidane
Bek
- Ramy Bensebaini
- Aissa Mandi
- Youcef Atal
- Kevin Guitoun
- Mohamed Amine Tougai
- Jaouen Hadjam
- Ahmed Touba
Gelandang
- Ismael Bennacer
- Houssem Aouar
- Adem Zorgane
- Nabil Bentaleb
- Farès Chaïbi
- Himad Abdelli
Penyerang
- Riyad Mahrez
- Amine Gouiri
- Baghdad Bounedjah
- Mohamed El Amine Amoura
- Saïd Benrahma
- Youcef Belaïli
- Anis Hadj Moussa
Skuad tersebut menggabungkan pengalaman dan energi muda yang cukup seimbang.
Aljazair Punya Rekor Menarik di Piala Dunia
Aljazair bukan tim asing di Piala Dunia. Mereka sudah beberapa kali tampil di turnamen tersebut dan sempat menciptakan kejutan besar.
Pada edisi 1982, Aljazair mengejutkan dunia setelah mengalahkan Jerman Barat di fase grup. Mereka juga berhasil mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Dalam pertandingan melawan Jerman pada 2014, Aljazair bahkan mampu memaksa laga berlangsung hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya kalah 1-2.
Penampilan tersebut membuat banyak pecinta sepak bola mulai memandang Aljazair sebagai salah satu kekuatan penting dari Afrika.
Peluang Aljazair di Piala Dunia 2026
Format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara membuka peluang lebih besar bagi tim-tim Afrika untuk bersinar.
Aljazair memiliki pengalaman, kualitas individu, dan kedalaman skuad yang cukup baik untuk bersaing di fase grup.
Jika para pemain inti mampu menjaga performa dan kondisi fisik, Les Fennecs berpotensi melaju ke fase gugur.
Kekuatan utama Aljazair terletak pada keseimbangan lini tengah dan kecepatan serangan balik mereka. Selain itu, pengalaman pemain senior seperti Mahrez dan Bennacer bisa membantu tim menghadapi tekanan di pertandingan besar.
Namun Aljazair tetap harus meningkatkan konsistensi permainan. Mereka beberapa kali kehilangan fokus dalam pertandingan penting selama beberapa tahun terakhir.
Les Fennecs Siap Kejutkan Dunia Lagi
Publik sepak bola Afrika berharap Aljazair mampu kembali membuat kejutan di Piala Dunia 2026. Generasi sekarang memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing melawan tim besar dunia.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat, Les Fennecs berpeluang menjadi salah satu tim yang menarik perhatian di turnamen nanti.
Jika mampu tampil disiplin dan efektif, Aljazair bukan tidak mungkin kembali mencatat sejarah besar di panggung sepak bola dunia.









