China Larang Aplikasi Barat di Instansi Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China Larang Aplikasi Barat di Instansi Pemerintah (dok. CNBC Indonesia )

China Larang Aplikasi Barat di Instansi Pemerintah (dok. CNBC Indonesia )

Pemerintah China memperketat aturan penggunaan teknologi asing. Presiden Xi Jinping melarang beberapa aplikasi buatan Barat dipakai di instansi pemerintah.

Larangan ini juga berlaku bagi perusahaan milik negara. Kebijakan tersebut bertujuan melindungi data nasional China.

Aplikasi Asing Dibatasi

Pemerintah China menilai beberapa aplikasi dari Barat berpotensi menimbulkan risiko keamanan data.

Karena itu, Beijing mulai membatasi penggunaan aplikasi tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan keamanan siber yang semakin ketat.

Baca Juga :  Server Anthem Resmi Ditutup Hari Ini, Game Shooter EA Tak Lagi Bisa Dimainkan

Aturan ini terutama berlaku di lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara.

China Dorong Teknologi Lokal

Di sisi lain, China terus mendorong penggunaan teknologi dalam negeri.

Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada produk digital dari luar negeri. Karena itu, investasi di sektor teknologi terus meningkat.

Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain:

  • kecerdasan buatan

  • semikonduktor

  • perangkat lunak lokal

  • pusat data

Baca Juga :  Google Pixel Tablet Hadir sebagai Perangkat Editing Video Ringan dengan Ekosistem Google Terintegrasi

Dampak bagi Perusahaan Barat

Kebijakan ini bisa berdampak pada perusahaan teknologi Barat. China merupakan salah satu pasar digital terbesar di dunia.

Jika pembatasan terus diperluas, jumlah pengguna aplikasi asing di China dapat menurun.

Sebaliknya, perusahaan teknologi lokal China berpeluang memperluas pasar mereka.

Persaingan teknologi global pun diperkirakan akan semakin ketat.

Berita Terkait

Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids
Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios
Teknologi Pengganti Smartphone Mulai Hadir di Pasaran
Saab Tantang Dominasi F-35 di Kanada Lewat Produksi Gripen Lokal
Google Izinkan Mengganti Alamat Gmail Tanpa Akun Baru
Zuckerberg Hampir Akuisisi DeepMind, Tapi Gagal karena Makan Malam Penentu
Italia Pilih Drone Bayraktar TB3 untuk Perkuat Kapal Induk Cavour
Pakar Soroti Ancaman Sanksi untuk Google & Meta Imbas Tak Patuh PP Tunas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 08:00 WIB

Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids

Sabtu, 4 April 2026 - 07:00 WIB

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Jumat, 3 April 2026 - 13:00 WIB

Teknologi Pengganti Smartphone Mulai Hadir di Pasaran

Jumat, 3 April 2026 - 12:00 WIB

Saab Tantang Dominasi F-35 di Kanada Lewat Produksi Gripen Lokal

Kamis, 2 April 2026 - 23:00 WIB

Google Izinkan Mengganti Alamat Gmail Tanpa Akun Baru

Berita Terbaru

Seleksi CPNS 2026: Formasi Lebih Selektif, Persaingan Ketat

Pemerintahan

Seleksi CPNS 2026: Formasi Lebih Selektif, Persaingan Ketat

Senin, 6 Apr 2026 - 20:00 WIB

Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun (dok.ANTARA/HO/Kemenag/aa)

Nasional

Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun

Senin, 6 Apr 2026 - 19:00 WIB